Pasuruan — Sebuah dugaan kelalaian dalam pelaksanaan program penyediaan makanan bagi siswa sekolah dasar mencuat di wilayah Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Insiden ini memicu reaksi keras dari wali murid sekaligus aktivis, setelah ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi diberikan kepada anak-anak.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan ketika seorang wali murid, Hannan, mengungkapkan bahwa anaknya—yang masih duduk di bangku sekolah dasar—menerima nasi dalam kondisi basi. Ia menyebut kejadian ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan indikasi kelalaian serius dalam pengelolaan program yang seharusnya menyasar kebutuhan dasar anak.
“Ini bukan sekadar soal nasi basi. Ini soal tanggung jawab. Program negara yang baik bisa rusak hanya karena oknum yang bekerja tanpa profesionalisme,” ujarnya dengan nada geram.
Menurut penuturan Hannan, dirinya tidak mempersoalkan bantuan secara materi. Namun, kualitas dan kelayakan makanan yang diberikan menjadi hal mendasar yang tidak bisa ditawar. Ia bahkan mempertanyakan apakah kejadian tersebut murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan.
Di sisi lain, dukungan terhadap sikap tersebut datang dari kalangan organisasi masyarakat. Ketua umum salah satu LSM, Gus Ujay, menyatakan pihaknya akan ikut mengawal kasus ini. Ia menilai, jika kejadian seperti ini dibiarkan tanpa evaluasi dan tindakan tegas, maka potensi kelalaian serupa akan terus berulang.
“Ini harus jadi perhatian serius. Kalau tidak ditindak, ke depan bisa lebih parah,” ujarnya kepada awak media.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program di tingkat lokal maupun instansi terkait. Namun, desakan mulai mengarah ke pemerintah pusat agar segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengawasan terhadap pihak pelaksana di lapangan.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan implementasi program bantuan yang kerap terkendala pada aspek teknis dan pengawasan. Di tengah harapan masyarakat terhadap keberlanjutan program sosial, insiden ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelaksanaan sama pentingnya dengan tujuan program itu sendiri.