SURABAYA – Bulan Ramadan yang identik dengan keberkahan dan kebahagiaan memantik sejumlah komunitas, perusahaan bisnis hingga yayasan amal menciptakan agenda keindahan berbagi bersama yatim piatu dan kaum dhuafa di sekitar Surabaya Raya.
Sebanyak 500 anak yatim piatu, dhuafa dan penghafal Al-Qur’an dari wilayah Surabaya Raya yakni, Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan mengikuti kegiatan santunan dan buka puasa bersama dengan tajuk “Miracle of Ramadan” di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur’an, serta manajemen Mercure Hotels, dengan dukungan sponsor dari Mitsubishi Motors. Acara tersebut menjadi ajang berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Di temui di sela-sela acara, Ketua Positive Community sekaligus Sie Penyelenggara kegiatan, Umi Diaz, mengatakan bahwa kegiatan Miracle of Ramadan telah digelar secara konsisten selama enam tahun.
“Ini adalah acara Miracle of Ramadan dari Positive Community dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6. Kami mengajak 500 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an untuk dimuliakan dan dibahagiakan melalui kegiatan santunan serta berbagai hiburan,” ujar Umi Diaz.
Dijelaskannya, selain pemberian santunan, dalam acara ini anak-anak juga disuguhi berbagai hiburan seperti pertunjukan barongsai, pencak silat, hingga badut agar suasana Ramadan terasa lebih meriah dan menyenangkan.
“Insya Allah tujuan kami hanya ingin membahagiakan mereka. Dari kebahagiaan anak-anak ini, kami berharap doa-doa yang mereka panjatkan dapat membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” tambah Umi Diaz.
Menurutnya, dari tahun ke tahun jumlah peserta kegiatan ini terus meningkat. Dimulai pada masa awal pandemi COVID-19, disebutkan Umi Diaz, kegiatan ini hanya diikuti sekitar 30 anak, kemudian meningkat menjadi 100, 200, 300 hingga mencapai 500 anak pada tahun 2026 ini.
“Jika pada tahun sebelumnya hanya melibatkan anak yatim piatu, pada tahun ini cakupannya diperluas dengan melibatkan yatim dhuafa serta para penghafal Al-Qur’an,” sebut Umi Diaz.
Indahnya kebahagiaan dalam acara ini juga ditampakkan peserta yang mendapatkan berbagai bantuan perlengkapan, termasuk tas ransel yang diharapkan dapat digunakan saat memasuki tahun ajaran baru.
“Kami juga ingin membiasakan anak-anak untuk saling mencintai sesama. Karena seluruh agama pada dasarnya mengajarkan cinta kasih dan saling menghargai,” terang Umi Diaz.
Hal yang menarik, dikatakan Umi Diaz pula seluruh anak yang mengikuti kegiatan ini dijemput langsung oleh relawan dari berbagai komunitas mobil yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
“Kami didukung oleh komunitas mobil yang membantu menjemput dan mengantar anak-anak dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan,” katanya.
*Hasil Kolaborasi Hotel Mercure Grand Mirama dan Komunitas*
Sementara itu, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi menyampaikan, bahwa terselenggaranya kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi sosial antara pihak hotel dengan komunitas.
“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kami lakukan bersama Positive Community. Bahkan sebelum pandemi, acara seperti ini bisa menghadirkan hingga seribu anak,” ucap Adhi.
Diungkapkan Adhi, pihak hotel memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan semacam ini, termasuk menyediakan lokasi acara tanpa memungut biaya.
“Kami memberikan tempat untuk kegiatan ini tanpa biaya sebagai bentuk kolaborasi dan kontribusi sosial. Harapannya, hotel tidak hanya menjadi tempat bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Adhi pun menambahkan, bahwa konsep acara selalu dibuat menarik agar anak-anak merasa terhibur selama mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan tersebut.
“Setiap tahun konsepnya selalu ada variasi. Tahun ini misalnya ada pertunjukan barongsai, yang jarang ditemui di acara Ramadan. Tujuannya agar anak-anak semakin senang dan terhibur,” imbuhnya.
*Apresiasi Pemerintah dan Komnas Anak Surabaya*
Kemeriahan indahnya berbagi dalam acara ataupun kegiatan ini tak lupa juga mebdapat apresiasi dari pihak pemerintah, yang disampaikan oleh perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Arwani.
Dalam kesempatan tersebut, Arwani menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi penghargaan kepada seluruh panitia serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan sosial semacam ini.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang telah menggelar santunan dan buka bersama bagi 500 adik-adik yatim dan penghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini sangat luar biasa dan patut didukung,” ucap Arwani.
Baginya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan beban anak-anak yatim, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara istiqamah dan menjadi inspirasi bagi lembaga maupun komunitas lain untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya.
Sementara itu Syaiful Bachri selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya mengungkapkan, kegiatan ini perlu diapresiasi oleh semua pihak. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke 6 tidak mudah dalam menjaga konsistensi yang dilakukan oleh sobat positive comunity. Pc dapat mensigergikan dan berjejaring dengan puluhan komunitas yang peduli kepada anak yatim dan penghafal Quran di Surabaya dan sekitarnya dalam giat MOR 2026. Yang perlu kita semua perhatikan adalah anak yatim dan penghafal Quran, harus terus dapat perhatian, bukan hanya di bulan Ramadhan. Kak Iful menambahkan kita perlu kembangkan anak-anak sesuai bakat dan minat sehingga kita dapat membuat Yatim Berkarya Yatim Berdaya, tutupnya(vin)