Pasuruan — Ketua Umum LSM P-MDM DPP, Gus Ujay, melontarkan kecaman keras terhadap kebijakan PT Satoria yang memutus kontrak lebih dari 300 pekerja outsourcing yang berada di bawah naungan CV Multi Clean. Pemutusan kontrak tersebut dinilai dilakukan secara sepihak, tepat saat para pekerja menghadapi bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam pernyataannya kepada awak media di kediamannya, Gus Ujay mempertanyakan sisi kemanusiaan perusahaan yang dinilai tega menghentikan pekerjaan ratusan karyawan tanpa kepastian hak-hak mereka.
“Di mana hati mereka? Di bulan penuh rahmat seperti ini justru ratusan pekerja diberi kabar pemutusan kontrak secara sepihak. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi soal kemanusiaan,” ujar Gus Ujay dengan nada keras.
Ia juga menyoroti persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini belum diterima para pekerja. Menurutnya, setelah adanya pertemuan antara karyawan, pihak outsourcing, dan perusahaan yang turut disaksikan LSM P-MDM, akhirnya disepakati bahwa THR akan dicairkan paling lambat 17 Maret 2026.

Selain THR, para pekerja juga menuntut agar hak-hak lain seperti pengurusan BPJS Ketenagakerjaan tidak dipersulit oleh perusahaan maupun pihak outsourcing.
Gus Ujay menegaskan, janji tersebut tidak boleh sekadar menjadi pernyataan tanpa realisasi. Ia memberi peringatan keras bahwa apabila hingga tanggal yang dijanjikan THR belum juga dibayarkan, pihaknya bersama para karyawan siap melakukan aksi besar-besaran.
“Jika sampai tanggal 17 Maret THR tidak dicairkan sesuai kesepakatan, kami dari LSM P-MDM bersama para karyawan tidak akan tinggal diam. Kami siap turun ke jalan dan melakukan aksi protes,” tegasnya.
Salah satu karyawan yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan harapan agar perusahaan menepati janjinya. Menurutnya, THR sangat dibutuhkan para pekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya.
“THR itu sangat kami butuhkan. Ini momen menjelang Lebaran, kami berharap perusahaan benar-benar menepati janji mereka,” ujarnya.
Pertemuan singkat dengan awak media itu pun ditutup Gus Ujay dengan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa LSM P-MDM akan terus mengawal persoalan ini hingga hak-hak para pekerja benar-benar dipenuhi oleh perusahaan.