BANGKALAN – Polemik kabel menjuntai hingga menyentuh tanah di Dusun Tekorok, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, akhirnya mendapat perhatian serius pemerintah desa. Kepala Desa Buduran, Anas Hendri Azis, turun langsung ke kantor GraPARI Bangkalan, Selasa (21/4), untuk melaporkan kondisi tersebut.
Langkah itu diambil menyusul derasnya keluhan warga. Kabel yang diduga milik jaringan Telkom/Indihome tersebut melintang rendah di badan jalan hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Akses utama desa nyaris lumpuh.
Pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Sebagian warga bahkan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh demi menghindari kabel yang menjuntai.
“Kami datang langsung karena ini sudah menyangkut kepentingan umum. Jalan desa terganggu, warga resah, aktivitas terhambat. Harus segera ada penanganan,” tegas Anas Hendri Azis.
Dalam kunjungannya, Anas juga membawa formulir permohonan relokasi utilitas sebagai laporan resmi. Ia berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan.
Respons cepat pun datang. Pihak PT Telkom disebut telah menjadwalkan perapian kabel pada Rabu (22/4) agar akses jalan kembali normal.
Meski begitu, persoalan belum sepenuhnya tuntas. Tiang jaringan yang dilaporkan dalam kondisi miring masih menunggu pengecekan lanjutan dari pihak Telkom sebelum ditentukan langkah penanganannya.
Warga menyambut baik respons awal tersebut. Namun, mereka berharap seluruh permasalahan bisa segera diselesaikan, bukan hanya kabel menjuntai tetapi juga kondisi tiang yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Yang penting cepat ditangani. Jangan sampai nunggu ada korban dulu,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Buduran masih menunggu realisasi perapian kabel sesuai jadwal yang dijanjikan.