Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan meski memasuki masa libur sekolah. Ketua Komite Nasional Perlindungan Anak Surabaya, menilai pelaksanaan MBG saat libur tidak efektif dan menjadi persoalan, terkait efektivitas program tersebut.
“Saya yakin jarang sekali anak yang mau ke sekolah cuma sekadar mengambil satu porsi makanan, apalagi kalau jarak rumahnya jauh dan ada yang melakukan liburan atau kegiatan mengisi liburan sekolah,” ujar kak iful panggilan ketua komnas anak Surabaya
Syaiful menegaskan, kelanjutan program MBG di masa libur sekolah sepenuhnya bergantung pada kesiapan Badan Gizi Nasional (BGN). Jika secara teknis dan logistik dinilai mampu, maka program tersebut dapat tetap dijalankan.
“Kalau pihak BGN mampu dan yakin tidak akan ada masalah, silakan saja dilanjutkan,” jelasnya.
“Mendingan dioptimalkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita serta lansia. Untuk anak sekolah, pihak BGN berkoordinasi kepada masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan seberapa sering anak-anak bersedia datang ke sekolah,” imbuhnya
“Untuk liburan saat ini perlu dirancang sistem distribusi berbasis pengantaran (delivery) untuk memastikan program MBG tetap menjangkau penerima manfaat selama masa libur sekolah. Jangan sampai program MBG waktu liburan dipaksakan guna penyerapan atau malah menghabiskan atau menyerap anggaran yang sudah dianggarkan guna kepentingan sesuatu. Tutupnya