Pasuruan – Ratusan karyawan yang berada di bawah naungan PT Multi Klim, yang bekerja di lingkungan PT Satoria, memadati Balai Desa Sambisarah. Suasana memanas ketika para pekerja meluapkan kekecewaan atas keputusan pemutusan kontrak kerja secara sepihak serta THR yang hingga kini belum juga dicairkan.
Teriakan para karyawan menggema di dalam balai desa. Mereka menuntut kejelasan dan keadilan atas hak-hak yang mereka nilai telah diabaikan. Di tengah kerumunan tersebut terdengar suara yang cukup dikenal, yakni Gus Ujay, Ketua Umum LSM P-MDM DPP, yang secara khusus diundang para karyawan untuk menjadi juru bicara dalam memperjuangkan hak mereka.
Dalam pernyataannya, Gus Ujay menegaskan bahwa pihaknya hadir sebagai penengah sekaligus penyampai aspirasi para pekerja yang saat ini sedang mempertaruhkan hak mereka.
“Kami dari LSM P-MDM hanya menjadi penengah dan penyampai suara para karyawan. Kami meminta pihak outsourcing segera mencairkan THR mereka hari ini juga. Undang-Undang Ketenagakerjaan sudah jelas, THR wajib dibayarkan paling lambat H-7 sebelum Hari Raya,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa alasan perusahaan yang menyebut kondisi pabrik mengalami kesulitan atau tidak stabil tidak bisa dijadikan dalih untuk merampas hak pekerja.
“Jika hak mereka sengaja dirampas dengan alasan kondisi pabrik bermasalah, saya, Gus Ujay, akan mengawal persoalan ini sampai ke akar-akarnya. Kami akan mengejar keadilan sampai para pekerja mendapatkan hak mereka,” ujarnya dengan nada keras.
Situasi di lokasi semakin tegang karena hingga berita ini diturunkan, pihak outsourcing belum memberikan kepastian apa pun. Para penanggung jawab masih melakukan negosiasi internal tanpa keputusan yang jelas.
Yang lebih disayangkan, tidak satu pun perwakilan dari pihak PT Satoria hadir di tengah konflik yang melibatkan para pekerja di lingkungan perusahaan tersebut. Ketidakhadiran ini memicu kekecewaan besar dari para karyawan yang menilai perusahaan seolah-olah lepas tangan dan mencuci tangan atas persoalan yang terjadi.
Hingga saat ini, ratusan karyawan masih bertahan di Balai Desa Sambisarah, menunggu jawaban pasti terkait pencairan THR dan kejelasan status pekerjaan mereka.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keputusan resmi dari pihak terkait.